81 Tahun Merdeka: Ketika Kemerdekaan Belum Sepenuhnya Sampai kepada Rakyat

Delapan puluh satu tahun sudah Bendera Merah Putih mengangkasa di langit Nusantara. Selama delapan dekade, lagu kebangsaan dipundakkan dari generasi ke generasi, seremonial digelar, dan mimbar-mimbar publik kembali dipenuhi pidato normatif tentang perjuangan, persatuan, hingga nasionalisme. Namun, di balik riuk tepuk tangan dan kemilau kembang api perayaan, ada satu pertanyaan krusial yang terus membayangi nurani […]
Tumbangnya Welenreng: Membaca Pesan Ekologis La Galigo di Tengah Deru Pembangunan

Jauh sebelum raungan buldozer dan ekskavator membelah bukit-bukit, sebuah epos tua dari tanah Bugis telah menggemakan peringatan yang melampaui zamannya. Dari lekuk kisah Sawerigading hingga wajah pembangunan hari ini, alam dalam kosmologi Bugis tidak pernah diposisikan sebagai objek mati yang bebas dijarah. Ia adalah subjek. Sesuatu yang bernapas, yang harus diperlakukan dengan tata krama dan […]
Tagihan yang Belum Jatuh Tempo: Ketika Pembangunan Berhadapan dengan Etika Lingkungan

1. Kemilau Aspal dan Jejak yang Hilang Ada masa ketika deru buldozer dan kilap aspal baru diartikan sebagai satu hal: kemajuan. Kawasan baru dibuka, deretan papan iklan investasi berjejer manis, gedung-gedung merambat naik membelah langit, dan angka pertumbuhan ekonomi dipajang anggun di lembar laporan tahunan. Di atas kertas, kota sedang merayakan keberhasilan. Namun, tepat di […]