Ketua Umum Collipujie Apresiasi Tingginya Minat Literasi Siswa SD di Gowa

Ketua Umum Collipujie Apresiasi Tingginya Minat Literasi Siswa SD di Gowa

GOWA — Ketua Umum Collipujie, Andi Afdhal Dwi Putra, mengapresiasi tingginya minat literasi di kalangan siswa sekolah dasar di Kabupaten Gowa. Hal tersebut disampaikannya usai menggelar sosialisasi ilmu alat berupa kemampuan baca, tulis dan hitung (calistung) di SD Jennetallasa, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa.

Menurut Andi Afdhal, kemampuan membaca, menulis dan berhitung merupakan fondasi penting bagi anak dalam menjalani proses pendidikan sekaligus memahami lingkungan dan perkembangan dunia di sekitarnya.

Ia menilai, pembekalan ilmu alat perlu diberikan sejak usia dini agar anak memiliki kemampuan dasar yang kuat sebelum memasuki tahapan pendidikan yang lebih kompleks.

“Kami apresiasi pihak sekolah yang terbuka dan memfasilitasi program Collipujie. Yang terpenting, saya melihat di Kabupaten Gowa ini minat literasi siswa sangat tinggi, hampir sama dengan di Kabupaten Bone,” ujar Andi Afdhal.

Ia menambahkan, literasi tidak semestinya hanya dipahami sebagai kemampuan membaca teks, tetapi juga sebagai pintu bagi anak untuk mengenali pengetahuan, memahami realitas, serta melihat dunia dengan perspektif yang lebih luas.

Karena itu, menurutnya, penguatan kemampuan dasar seperti baca, tulis dan hitung harus menjadi bagian dari gerakan pendidikan yang dilakukan secara berkelanjutan.

“Anak-anak sedini mungkin harus dibekali ilmu alat. Dengan kemampuan membaca, menulis dan berhitung yang baik, mereka memiliki bekal untuk melihat dunia dengan lebih baik dan memahami berbagai pengetahuan yang ada di sekelilingnya,” jelasnya.

Lebih jauh, Andi Afdhal mengatakan bahwa upaya mencerdaskan kehidupan bangsa sebagaimana diamanatkan konstitusi bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Menurutnya, tanggung jawab tersebut juga merupakan tanggung jawab sosial seluruh elemen bangsa, termasuk organisasi masyarakat sipil atau non-government organization (NGO).

“Pendidikan adalah tanggung jawab bersama. Pemerintah memiliki tanggung jawab utama, tetapi masyarakat sipil, organisasi sosial, lembaga pendidikan dan seluruh elemen bangsa juga harus mengambil bagian,” katanya.

Ia menilai diperlukan gerakan bersama yang konsisten untuk membangun budaya membaca sejak dini, khususnya di lingkungan sekolah dasar.

Collipujie, lanjut Andi Afdhal, berkomitmen mengambil bagian dalam gerakan tersebut melalui kegiatan edukasi dan literasi yang menyentuh langsung satuan pendidikan.

“Kita tidak bisa menyerahkan seluruh persoalan literasi hanya kepada sekolah. Harus ada gerakan bersama untuk membudayakan gemar membaca sejak dini. Kalau budaya membaca sudah tumbuh, maka anak-anak akan memiliki fondasi pengetahuan yang jauh lebih kuat,” pungkasnya.

Berita Lainnya

Rocky Gerung, Sjahrir, dan Salah Kaprah Sosialisme Indonesia Tajuk Collipujie(Andi

Read More »