BONE — Organisasi masyarakat Collipujie mengapresiasi komitmen Bupati Bone Andi Asman Sulaiman untuk membangun kembali Bola Soba sebagai salah satu warisan sejarah dan ikon budaya Kabupaten Bone.
Apresiasi tersebut disampaikan Ketua Umum Collipujie, Andi Afdhal, yang mengungkapkan bahwa komitmen pembangunan kembali Bola Soba itu disampaikan langsung oleh Bupati Bone dalam sebuah pertemuan di kompleks Masjid Rumah Jabatan Bupati Bone pada bulan Ramadan lalu.
“Kami bertemu Bupati pada saat itu di bulan Ramadan, usai salat Subuh di kompleks rujab. Beliau, Bupati Bone, bilang kalau Bola Soba akan rampung paling lambat akhir tahun depan,” ungkap Andi Afdhal.
Menurutnya, pernyataan tersebut menjadi kabar positif bagi upaya menghidupkan kembali salah satu simbol sejarah Kabupaten Bone yang selama ini menjadi bagian penting dari identitas budaya masyarakat Bumi Arung Palakka.
Andi Afdhal menilai, komitmen pemerintah daerah untuk membangun kembali Bola Soba bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi juga bentuk tanggung jawab dalam menjaga warisan sejarah dan kebudayaan Bone.
“Kami mengapresiasi komitmen Bupati. Bola Soba bukan hanya sebuah bangunan, tetapi bagian dari ingatan sejarah dan identitas Bone. Karena itu, kami berharap komitmen tersebut benar-benar diwujudkan,” katanya.
Ia juga berharap pembangunan kembali Bola Soba nantinya tetap memperhatikan nilai sejarah, bentuk arsitektur tradisional, serta filosofi yang melekat pada bangunan tersebut sehingga tidak kehilangan karakter aslinya.
Seperti diketahui, Kabupaten Bone kehilangan salah satu rumah adat bersejarah tersebut setelah Bola Soba terbakar pada 2021 silam. Sejak saat itu, wacana pembangunan kembali Bola Soba terus menjadi perhatian berbagai pihak.
Bagi Collipujie, pembangunan kembali Bola Soba diharapkan tidak berhenti sebagai proyek infrastruktur semata, melainkan dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat identitas budaya, pendidikan sejarah, serta pariwisata Kabupaten Bone.
“Kalau Bola Soba berdiri kembali, itu bukan hanya membangun rumah adat. Kita sedang mengembalikan satu bagian dari wajah sejarah Bone,” tutup Andi Afdhal.






