KAREBATUJU.COM



MAKASSAR — Perekonomian Sulawesi Selatan terus menunjukkan ketahanan dan performa yang impresif. Berdasarkan data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan Dinas Perdagangan Provinsi Sulawesi Selatan, grafik nilai ekspor daerah ini mencatatkan kenaikan signifikan pada periode berjalan.

Peningkatan arus pengiriman barang luar negeri tersebut didominasi oleh permintaan pasar global terhadap komoditas utama daerah, seperti kakao, rumput laut, udang windu, cengkeh, serta produk hasil olahan tambang.

Makassar New Port Jadi Tulang Punggung Konektivitas Logistik

Keberadaan dan optimalisasi Makassar New Port (MNP) terbukti menjadi akselerator utama dalam memangkas waktu serta biaya logistik ekspor langsung (direct call) ke pelabuhan-pelabuhan tujuan internasional di Asia Timur, Timur Tengah, hingga Eropa.

Sistem pelabuhan terpadu dan modern ini memungkinkan kapal-kapal kargo berkapasitas besar bersandar secara efisien tanpa harus transit lama di pelabuhan lain.

“Percepatan layanan di Makassar New Port memberikan daya saing tinggi bagi para pelaku usaha dan eksportir lokal. Produk unggulan dari petani dan nelayan Sulawesi Selatan kini bisa sampai ke pasar internasional lebih cepat dengan kualitas yang terjaga,” ujar perwakilan instansi perdagangan Sulawesi Selatan.

Dorongan Komoditas Pertanian dan Perikanan Lokal

Sektor perikanan dan kelautan menjadi salah satu penyumbang terbesar peningkatan ekspor. Permintaan atas rumput laut olahan dan udang beku dari wilayah pesisir Sulsel mengalami peningkatan dari negara tujuan utama seperti Tiongkok, Amerika Serikat, dan Jepang.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan terus berkomitmen memfasilitasi para pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM) ekspor melalui kemudahan sertifikasi, pendampingan mutu, hingga pembukaan akses pasar internasional baru. Dengan performa yang terus melaju ini, Sulawesi Selatan makin mengukuhkan perannya sebagai pusat pertumbuhan ekonomi dan simpul logistik terpenting di Indonesia Timur.

Berita Lainnya