KAREBATUJU.COM



WATAMPONE, KAREBATUJU — Mengubah pendekatan pembelajaran sejarah agar lebih interaktif dan kontekstual, Lembaga Collipujie menyelenggarakan kegiatan “Kelas Sejarah Terbuka: Membaca Nilai Pangadereng dari Arsitektur Bola Soba” pada Rabu (02/09). Puluhan siswa-siswi tingkatan SMP dan SMA se-Kecamatan Tanete Riattang tampak antusias menyusuri setiap sudut ikon bersejarah tersebut.

Bola Soba, yang dalam sejarahnya merupakan rumah adat kediaman Panglima Warata Kerajaan Bone (Petta Ponggawae), dipilih sebagai lokasi utama guna memberikan pengalaman belajar berbasis objek fisik nyata (place-based learning).

Pembelajaran Kontekstual di Luar Kelas

Dalam kegiatan ini, peserta dipandu oleh sejarawan daerah dan fasilitator dari Lembaga Collipujie. Materi tidak disampaikan dengan ceramah kaku, melainkan melalui metode tur edukatif interaktif (guided tour).

Para siswa diajak mengamati dan mendokumentasikan setiap elemen arsitektur rumah panggung kayu khas Bugis ini:

  • Timpa Laja (Bubungan Rumah): Memahami tingkatan sosial dan struktur kepemimpinan masyarakat Bugis kuno.
  • Tiang & Welat (Siri’ & Arsitektur): Filosofi kekokohan struktur kayu tanpa paku besi yang mencerminkan keteguhan prinsip hidup.
  • Prinsip Pangadereng: Nilai-nilai etika Bugis yang mencakup Ade’ (Adat), Bicara (Hukum), Rapang (Yurisprudensi), Bicara (Ketertiban), dan Rilangi (Kepercayaan).

Direktur Eksekutif Lembaga Collipujie, Drs. Hj. Andi Tenri Sua, menegaskan bahwa pemahaman sejarah sangat penting untuk membentengi generasi muda dari krisis identitas.

“Banyak anak-anak kita yang tahu fakta sejarah secara hafalan untuk ujian sekolah, tetapi tidak menangkap nilai luhur di baliknya. Melalui Kelas Sejarah Terbuka di Bola Soba ini, kami ingin mereka bangga dan mengerti mengapa leluhurnya membangun peradaban yang sangat menghormati nilai martabat dan kejujuran,” jelas Hj. Andi Tenri.

Kegiatan ditutup dengan kuis interaktif mengenai sejarah Kerajaan Bone dan pembagian buku-buku bacaan sejarah lokal secara gratis kepada perpustakaan sekolah yang hadir.

Kegiatan Lainnya