WATAMPONE, KAREBATUJU — Suasana kemeriahan dan kekhusyukan menyatu di Gedung Kesenian Kabupaten Bone pada Kamis malam (20/08). Lembaga Collipujie sukses menggelar pagelaran seni pertunjukan kolosal bertajuk “Gema Tradisi Arung Palakka: Menjaga Raga, Memelihara Jiwa Tradisi”. Acara ini menghadirkan kolaborasi antara seniman senior lintas generasi dan generasi muda binaan Lembaga Collipujie.
Sejak pukul 19.00 WITA, antrean penonton tampak mengular di area pintu masuk. Lebih dari 500 tiket gratis yang disediakan panitia ludes diklaim oleh masyarakat, budayawan, pejabat pemerintah daerah, hingga wisatawan domestik.
Rangkaian Pertunjukan yang Mengagumkan
Pertunjukan dibuka dengan dentuman instrumen Gendang Bulo yang dipadukan secara harmonis dengan petikan Kecapi Bugis dan alunan Suling Lembang. Nuansa magis semakin terasa saat pertunjukan utama dimulai, menyajikan rangkaian tarian sakral dan kreasi:
- Tari Alusu: Tarian persembahan yang dibawakan dengan kelembutan gerak tangan dan alat musik ritmis alusu, melambangkan kesantunan dan penghormatan.
- Tari Pajoge: Menggambarkan dinamika sosial dan keceriaan masyarakat Bugis dalam merayakan panen dan kebersamaan.
- Drama Tari Sejarah: Mengangkat penceritaan kembali nilai-nilai keteladanan Arung Palakka dalam mempertahankan harkat dan martabat (Siri’ na Pesse).
Koordinator Bidang Kesenian Lembaga Collipujie, Siti Nurhaliza, S.Sn., mengungkapkan bahwa latihan intensif telah dilakukan selama lebih dari dua bulan dengan melibatkan sanggar-sanggar seni berbasis sekolah di Bone.
“Kesenian tradisional bukan benda mati di galeri, melainkan identitas yang bernapas. Ketika anak-anak muda ini menari dan memetik kecapi, mereka sedang menyuarakan jati diri bangsa. Lembaga Collipujie berkomitmen menyediakan panggung representatif agar karya seni daerah memiliki nilai tawar yang tinggi,” tutur Siti di balik panggung pertunjukan.
Acara ditutup dengan pemberian penghargaan bagi pelaku seni veteran di Kabupaten Bone sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka dalam memelihara kesenian lokal.


