KAREBATUJU.COM



WATAMPONE, KAREBATUJU — Lapangan Merdeka Watampone bergemuruh oleh sorak-sorai ribuan pengunjung saat pembukaan resmi “Festival Seni dan Budaya Kabupaten Bone Vol. II” pada Jumat malam (18/09). Kegiatan tahunan yang digagas oleh Lembaga Collipujie bekerja sama dengan Dinas Kebudayaan Kabupaten Bone ini dijadwalkan berlangsung selama lima hari berturut-turut.

Festival skala kabupaten ini dirancang sebagai wadah konsolidasi antar-pegiat kebudayaan, seniman, komunitas kreatif, serta pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) berbasis produk lokal.

Beragam Atraksi Budaya dan Permainan Tradisional

Selama festival berlangsung, pengunjung disuguhi rangkaian acara seru yang terbagi dalam beberapa zona kegiatan:

  1. Panggung Etnik & Ekspresi: Menampilkan grup-grup musik etnik modern, tarian kolosal, serta pembacaan puisi sastra Bugis (Elong Bugis).
  2. Pameran Artefak & Manuskrip: Memamerkan benda-benda pusaka, kain tenun khas Bone, serta salinan manuskrip kuno koleksi lembaga.
  3. Arena Permainan Rakyat: Perlombaan permainan tradisional seperti Maddaga (mainti bola rotan Bugis), Maccukke, dan Mallongga yang diikuti oleh perwakilan kontingen sekolah.
  4. Bazar Kuliner Tradisional: Menyajkan ragam jajanan khas Bugis yang mulai langka seperti Barongko, Biji Nangka, Coto, dan Kue Tetu.

Dalam pidato sambutannya, Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Bone menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Lembaga Collipujie atas konsistensinya menjadi motor penggerak kebudayaan daerah.

“Lembaga Collipujie telah membuktikan bahwa kebudayaan bukan sekadar warisan masa lalu, melainkan potensi ekonomi kreatif masa kini. Festival ini menghidupkan ekosistem pariwisata sekaligus memberi ruang bagi UMKM lokal untuk berkembang,” ungkap Kadis Kebudayaan.

Festival ini diperkirakan akan menarik lebih dari 15.000 pengunjung hingga malam puncak penutupan.

Kegiatan Lainnya